Mensyukuri Rasa Sakit

Mensyukuri Rasa Sakit Syukur aku maknai dengan menikmati. Lalu bagaimana jika kita sakit, apakah bisa kita nikmati, sedang rasa sakit itu sangat mengganggu sekali. Banyak aktifitas yang bisa tertinggal sebab rasa sakit dan bisa-bisa terbengkalai. Kurang semangat dan bahkan malah timbul rasa tidak ihklas menerima rasa sakit ini.

Yakinlah kalau rasa sakit yang kita terima bukan semata-mata tanpa hikmah. Berfikirlah positif, bisa jadi sakit yang kita alami dapat membuat kita belajar banyak. Saat berobat ke mana-mana masih belum sembuh juga, bisa jadi dari proses berobat itu kita bisa tahu banyak macam-macam penyakit yang sebenarnya kita derita, atau kita bisa sambil tanya-tanya kepada para tabibnya ragam sakit yang dialami orang dan terkhususnya yang sedang kita alami.

Saya sendiri sudah hampir setahun ini menderita sakit syaraf kejepit pada bahu. Ini karenanya malam susah minum air, tiru kemalaman dan tangan kaku untuk megang mouse laptop apalagi malam sangat dingin sekali. Akhirnya jeblok deh. Tangan dingin kalau kena air, mandi haru pakai air hangat, karena sangat dingin kalau kena air.

Saat saya berobat kemarin ada yang bilang saya kekurangan darah, asam urat (ini prediksi saya), masih ingat saat disuntik habis hingga satu juta. Pertama sih enak, tapi sela tiga hari balik lagi. Mau ke sana lagi nggak mau, habis banyak.

Saya ke tabib ahli syaraf, alhamdulillah ada di dekat desa saya. Beliau pernah ke tibet untuk belajar ilmu syaraf. Banyak sekali sarannya, beliau bilang, saya kurang darah, pencernaan terganggu karena susah makan. Emmang alhamdulillah sehabis dari sana langusng nafsu makan. Titik tengah yang ada pada kaki beliau tekan lama-lama. Sakit memang, tapi efeknya alhamdulillah. Ilmu yang saya ambil dari beliau adalah titik pernafasan, titik lambung dan darah agar kembali normal. Beliau tidak segan ngasih tahu ilmu itu.

Bilang beliau : Jangan tidur larut malam, banyak minum susu, banyak minum air dan hal-hal yang dapat menambah darah serta menghangatkan tubuh, oh iya beliau juga bilang kalau tidak bisa langusng sembuh jika hanya dari dipihat saja, perlu olahraga juga untuk ngimbangi, sepeti lari, untuk sekedar menormalkan jantung, kalau ggak olahraga nanti saya bisa kena penyakit lebih, seperti gula darah dan penyakit bahaya lainnya.

Intinya : Jaga Pola Hidup sehari-hari mulai dari makan-makanan yang sehat dan olahraga teratur.

Alhamdulillah, banyak ilmu

Sempat ke Tetangga yang ternyata jago mijat, alhamdulillah sehabis dari sana magh dan nafas dapat terjaga dan lega. Bilangnya kalau sebaiknya sebulan sekali minimal pijat, agar otot-otot tidak kaku dan tegang. Ya, lagi-lagi karena saya jarang olahraga. Harus dipaksa memang jika ingin sehat

Sekarang saya ikhtiyar ke kota lain yang tidak sengaja ke sana, sekali pijat. Alhamdulillah hampir setengahnya pulih, dipijatnya bukan main sakitnya. Saat itu yang dibilang. Kurang minum (kalau bisa sehari 2 botol besar), jangan makan santan, saya sering lupa, banyak MSG terutama makan sariminya kuat (memang sih kalau ini) karena memang saya malam sering lapar, pengen makan. Lalu pencernaannya saya terganggu.

Udah deh, syukur aja, nimatin aja sampai sakit reda. Ikhtiyar dengan cara-cara yang diridhoi-Nya tanpa mengeluh kesah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel