Kalau rasa sendirian sedang menyelimuti diri kita sendiri

Kalau rasa sendirian sedang menyelimuti diri kita sendiri-Siapa sih yang ingin selalu sendiri. Rasanya sepi dan hampa jika tidak ada teman untuk berbicara dan berbagi wacana. Tak ada tempat berkeluh kesah untuk disampaikan agar masalah sedikit ringan. Memendam rasa dan menganggap semua masalah tidak pernah ada itu bukan hal yang mudah. Apalagi jika terus mengalah, menyingkirkan hobi yang selama ini kita jalani. Terpaksa ini dan itu, sehingga mengerjakan seagala sesuatu tidak maksimal.

Jujur saja, kalau Allah telah memberikan saya banyak kelebihan, saya bisa desain, bisa baca Qur’an, bisa membaca, menulis sudah strata-2, dapat mengoperasikan komputer, dapat membaca do’a memimpin tahlil, imam, memiliki paras yang sempurna. Namun kenapa rasa yang aku alami sekarang terasa sangat jelas. Rasa bosen, dan sendirian.

Sepertinya kinilah saatnya kita terjun di masyarakat dengan berbekal itu semua, tapi jangan lupa semua itu ada batas-batasnya. Maksudnya jangan semuanya dilimpahkan ke diri kita. Saya sendiri sangat mengerti kalau kita punya kelebihan, namun kalau semuanya dilimpahkan ke kita, mana mungkin kita bisa mengembangkan kemampuan kita.

Semua yang aku pelajari itu tidak lain hanyalah sedikit pengetahuan yang tuhan berikan kepada saya, saya tahu benar kalau ini semuanya adalah karunia yang diberikan dari Nya untuk saya sendiri. Awalnya sih saya waktu sekolah menganggap ilmu agama itu penting sekali, selain itu juga komputer juga sangat diperlukan. Apalagi kok bisa dalam satu komputer ada beragam proram yang fungsinya lain-lain. Tentu ini bisa jadi bekal dikemudian hari.

1. Ilmu akhirat

Ini penting sekali, kita nggak tahu kapan akan mati. Bekal ini adalah nomor satu sebagai bekal di dunia yang sebenarnya. Andaikata kita mati berbekal ilmu ini, tentu tidak akan merugi. Karena kita hidup untuk mati yang sebenarnya. Ya, minimal kita bisa Sholat dengan benar dan baca Qur’an. Sholat menjadi amal yang akan dihitung pertama kali, sedang jika kita pintaar baca Qur’an, Qur’an akan menjadi penolong kita di kemudian hari.

2. Ilmu Dunia

Jangan kira kita nggak butuh duit. Dunia identik sama duit, tapi nggak melulu duit itu jahat lho. Dengan duit kita bisa nolong orang, bisa buat orang kelaperan jadi kenyang. Bisa ini dan itu untuk keperluan pribadi maupun orang lain. Nah, dari sinilah saya belajar kalau ilmu dunia itu banyak. Ada yang hobi bisa jadi duit ada yang harus bekerja dengan tuntutan yang ada. Asal semua halal dan baik, lakukan saja. Mulai sekarang jangan ngomong modal deh, apapun kerjaan kita, asalkan lekas datangkan duit meski sedikit dan halal lalu bisa diputar maka kerjakanlah. Dari perputaran itulah kita dapat memperbesar bisnis kita. Jangan hambur-hamburkan hingga pada akhirnya duit modal habis buat jajan lho.

Okelah, kembali pada rasa sendirian. Nikmatilah kesendirian untuk selalu berkarya. Ciptakan moment agar kita bisa terus berkarya tanpa bosen. Jangan lekas bosan. Saat saya bisa buat buku, kadang ada perasaan bosan untuk nulis, tapi coba saya ingat-ingat.

Ternyata saya udah punya ilmu kepenulisan, saya udah bisa nerbititn buku sendiri, saya bisa desain buku sendiri dan saya jual, saya punya ilmu marketing. Meski sebenarnya menulis itu tidaklah mudah, karena saya harus membaca banyak referensi, meluangkan waktu dan hingga pada akhirnya saya edit dan terbitin.

Akhirnya saya sadar sesadar-sadarnya, scrolling di media sosial banyak menghabiskan waktu, mendingan baca buku, lalu saya tulis ulang, baca di website atau tonton youtube dengan tema kepenulisan kita itu sudah bisa menambah wawasan. Nah, kita nggak ada hiburan dong. Hiburan yang paling enak itu harusnya tidur dan dzikir, cukup itu saja.

 

 

 

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel