Alasan Kenapa Kita Harus Mensyukuri, Bukan Membandingkan

Alasan Kenapa Kita Harus Mensyukuri, Bukan Membandingkan Katanya syukur itu susah, padahal kalau kita mengartikan syukur itu sangat sederhana sekali. Nggak ribet-ribet amat. Misala aja ni ya, kita bisa baca 1 halaman dari buku itu aja sudah bersyukur. Soalnya seumur-umur kita jarang sekali membaca. Hehe. Kecil banget ya contohnya. Gimana lagi, itu saya buat biar faham.

Maksudnya, jika dalam sehari kita melakukan sesuatu yang bermanfaat baik untuk diri kita ataupun orang lain itu sudah saya anggap sebagai rasa syukur. Kita kan nggak dibuat sama Allah hanya untuk nganggur kan.

Kebanyakan nggak syukur itu karena :

1. Ngurusin orang lain

Kalau bahas orang lain nggak akan ada habisnya, apalagi kalau sering scroll sosmed wah, ini akan jadi penyakit dadakan. Gimana nggak, sosmed itu dirancang agar orang suka, dia dapat tampil sesuai dengan apa yang disukai oleh orang tersebut. Misal saja, kita suka mobil, nanti sepanjang itulah sosmed akan memperlihatkan keindaham mobil, mereka yang memperlihatkan mobil barunya, sampai iklan jualan mobil. Sehingga kita akan terpesona dan silau dengan kemewahan yang ada.

Jadi, berhentilah scroll sosmed yang terlalu lama. Manfaatkan hp, batasi kuota dan cerdas bermedia.

2. Fokus sama yang nggak kita punya

Karena kebanyakan sroll sosmed, akhirnya semua terlihat indah, padahal dunia yang real di sekitar kita nggak seindah itu. Pada akhirnya kita akan berfikir, andai aja aku punya ini dan itu. Kalau nggak keturutan pasti ujung-ujungnya nyalahin diri sendiri, nganggep dunia nggak adil dan seterusnya.

Sosmed yang kita lihat lho yang indah-indah. Memang sih manusia itu lebih suka yang indah-indah. Olehkarena itu segera batasi dan berhenti. Apa yang kita miliki inilah yang menjadi aset berharga yang mestinya kita fikirkan apa yang dapat kita lakukan dengan milik kita ini.

Misal saja kita punya mobil, berfikirlah bagaimana agar mobil ini dapat bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Misal saja dengan mencoba menjadikannya mobil travel. Kalau mobil travelnya ada saingan, ya kira-kira berapa harga yang pantas untuk mobil kita.

Kalau kita hanya punya motor, cobalah mencari peluang dan jalan-jalan agak jauhan dikit siapa tahu ada peluang di sana, gunakan untuk silaturrahim. Rawatlah dengan baik. Semisal kita hanya punya sepeda, ini malah lebih cocok, lebih sehat dan tanpa polusi. Lihat saja dulu sisi baiknya ya.

Tetaplah untuk berkembang ya, jangan stagnan dan hanya menerima apa yang ada. Jangan terlalu pasrah dan nyaman sehingga jadi manusia yang nantinya tergilas zaman. Dan jangan pula tersilaukan dengan dunia, sehingga berakibat kita malas dengan proses yang harus kita lalui untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

3. Yuk Ngaca

Setiap apa yang kita miliki saat berkaca sebenarnya udah sangat cukup untuk lebih sekedar kita syukuri. Kalau ngaca coba deh mulai dari rambut. Rambut masih hitam, berarti masih muda, kalau ada yang putih pun juga masih sedikit atau paling 1-5 biji saja. Mata masih sehat, masih bisa lihat malam dengan jelas, nggak perlu pakai kacamata. Punya tangan yang meski kecil namun masih bisa memegang dengan sempurna, bisa kita gunakan untuk berkebun dan menciptakan sesuatu. Udah deh kayaknya saya nggak mampu menceritakan semuanya dengan rinci.

Terlalu banyak kenikmatan yang masih kita miliki. Kalau ngaca harsnya kita menangis, masih kuat gini kok masih ngerasa kurang saja. Bukan nasib yang harus disesali, namun hati yang luas kiranya yang perlu diperbaiki.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel