Kenapa Kita Harus Tutup Aib Seseorang

Kenapa Kita Harus Tutup Aib Seseorang Kenapa Kita Harus Tutup Aib Seseorang - Aib atau cacat selalu dimiliki setiap orang. Kalau ditanya apakah aib kamu mau dibeberkan, tentu tidak ada yang mau. Ada orang yang nyaman dengan aib yang dia miliki, artinya kebiasaan buruk yang suka dia lakukan, namun tidak ingin diketahui oleh orang lain. Ada pula yang terang-terangan  dipertontonkan, dan ia pun merasa bangga. Ini tidaklah baik.

Seseorang akan marah dan malu jika cacatnya diketahui orang-orang di sekitarnya. Mereka akan mencaci, mencemooh bahkan sampai mengucilkannya. Meski ada yang hanya sebatas dijadikan sebagai bahan pembicaraan yang tak lekang zaman. Ibarat seribu kebaikan hilang hanya akibat ketahuan satu cacat. Oleh karena itu, marilah sama-sama kita jangan saling mengecam dan menyebarkan kejelakan seseorang apalagi teman kita. Bisa jadi dia akan lebih baik lagi daripada kita.

Kita yang bahkan sering berbuat jelekpun kadang tidak terasa, pepatah mengatakan gajah di pelupuk mata tidak nampak, tapi kok kuman yang ada di seberang lautan jelas kelihatan. Yuk, sama-sama kita jaga persaudaraan dengan tanpa menggunjing teman kita, tetangga kita atau orang lain. Kita berbenah saja diri sendiri agar menjadi lebih baik lagi.

Memang kenapa sih kita harus menjaga untuk tidak menyebarkan aib teman kita, mari kita simak bersama,

1. Menjaga Persaudaraan

Siapapun orang di sekitar kita, mereka adalah saudara kita. Baik saudara seagama ataupun saudara setanah air. Yang namanya saudara, wajib tetap menjaga silaturrahim atau tali persaudaraan. Coba deh bayangin kalau kita mengumbar aib mereka, bisa-bisa saling diem-dieman tuh, dijamin pasti. Tersinggung juga kalau kita tidak sampai menjaga rahasia yang mereka miliki.

2. Menjaga Kepercayaan

Kepercayaan itu mahal harganya. Pedagang saja kalau udah nggak dipercaya, pelanggan akan pada kabur semua. Sama seperti persahabatan, kalau udah berhianat bukan teman namanya. Ada yang sampai tersinggung sampai nggak mau berteman lagi, ada yang memakluminya karena memang itu kesalahan yang telah diperbuatnya, tapi kan jarang orang yang seperti itu.

3. Berbenah untuk Diri Sendiri

Udah deh, kita nggak usah urusin orang lain. Banyak-banyakin pikiran saja, mereka yang berbuat salah kalau udah dinasehatin kok nggak mau dengerin. Jadiin aja sebagai sarana kita dalam berbenah untuk diri kita sendiri. Mengingatkan kepada kita akan menjaga privasi. Kalau suatu saat diri kita berbuat salah akan ingat juga pada cacat yang dimiliki oleh orang lain. Mencoba menempatkan diri kita di posisinya. Pada akhirnya kembali pada diri kita.

4. Tidak Membuat Malu

Malu nggak ya, ya malu lah. Aib kok diceritain sama orang lain. Coba deh kita pikirin apa yang membuat kita merasa senang, namun itu nggak layak dipertontonkan kepada orang lain. Apakah ada ?, kalau ada pasti sama dengan mereka yang punya privasi sendiri. Nggak patut untuk diceritakan. Pokoknya malu deh.

5. Menjaga Amal Ibadah Kita

Kalau ini sudah ekstrim. Kalau kita sampai sering menyebar berita aib sesama teman ataupun saudara kita layaknya api yang membakar kayu kering, habis deh nggak ada sisanya. Amal kita pun demikian. Sebanyak apapun amal ibadah kita kalau udah terkena api hangus tanpa sisa. Apalagi kayunya kering. Jangan sampai ya. Ada pula yang mengibaratkan seperti kita memakan bangkai saudara kita sendiri. Wah, bangkai saja sudah nggak layak dimakan, apalagi bangkai saudara kita. Manusia makan manusia donk.

Baiklah, yuk sama-sama kita jaga diri agar tidak mengumbar aib untuk disebarluaskan kepada orang lain. Demi menjaga persaudaraan dan pertemanan kita.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel