Cara Menyikapi Perilaku di Usia ke 20

Cara Menyikapi Perilaku di Usia ke 20 - Menjadi dewasa memang butuh proses. Tidak semua orang bisa melewatinya dengan mudah. Pengalaman demi pengalaman terus terjalin hingga menjadi sebuah pengetahuan yang pasti yang pada akhirnya menjadi rutinitas yang dengan mudah dilakukan. Jangan salah, usia bukan tolak ukur kamu menjadi sosok yang dewasa. Cara menyikapi masalah lah yang menjadikan kamu makin dewasa. Berikut hal yang mesti kamu lakukan untuk menjalani usia ke-20 mu dengan baik.

Tidak perlu mengumbar drama pada setiap problematika yang ada, coba berusaha dengan pembawaan yang tenang. Setiap orang lain-lain dalam menyikapi setiap problematika. Terkadang menghadapinya dengan marah hingga mellow. Namun apa hal itu mendatangkan manfaat ?. Coba deh, kamu pikir lagi. Setiap masalah yang kita hadapi itu bagaikan batu loncatan agar kita bisa lekas menuju tujuan yang kita inginkan. Kalau belum apa-apa sudah berhenti lama, apa yang menjadi tujuan kita akan lama pula tercapai bahkan bisa-bisa menyerah. Jadi, pintar-pintar ya kalau dapat masalah. Jangan keburu Baper an. Ngga bermutu

Memikirkan baik-baik apa yang akan kamu ucapkan sebelum bertindak, agar tidak menambah masalah semakin rumit. Emosi-sih emosi, tapi jangan tiba-tiba berhenti di jalan lalu berkata seenaknya hingga menyakiti orang lain. Kualitas diri bisa dilihat seseorang dengan kualitas apa yang dia ucapkan. Jika kotor perkataan, bisa dimungkinkan hati dan perbuatannya juga kotor. Nah, sebaliknya juga. Maka dari itu harus benar-bear bisa menjaga ucapan dengan baik. Dengan demikian sikap akan mudah tertata dan tidak terbutur-buru dalam menghadapi setiap persoalan.

Membangun kesadaran pada diri sendiri saat diri kamu memang benar-benar merasa bersalah. Tidak perlu menyembunyikan kesalahan Egois menjadi salah satu sikap yang mungkin juga higgap pada diri kita. Orang akan merasa sungkan untuk menegur jika kamu salah saat usiamu mulai dewasa.

Nah, dari sini juga kamu tidak boleh merasa malu untuk mengakui kesalah kamu. Jika gengsi untuk mengakui kesalahan, sedang itu benar-benar murni kesalahan kamu, mengapa tidak. Karena dengan demikian kamu akan lebih berhati-hati lagi dalam bersikap serta menyikapi segala hal. Sadar diri kalau diri kita masih butuh banyak pengalaman dan menerima nasehat. Itu semua untuk demi diri kita sendiri untuk menuju ke pribadi yang lebih dewasa lagi.

Jangan meremehkan kerja keras meski menghasilkan hal yang kecil. Karena kesuksesan yang besar berasal dari hal-hal yang kecil. Apapun karyamu, apapun hobimu itu adalah kelebihanmu. Jika kamu yakin itu dapat memberi manfaat yang lebih daripada kamu suka rebahan maka itu perlu diapresiasi. Misal saja, kamu jago main sepak bola lantas kamu ikut dalam sebuah tim dan kerja kearas untuk meraih juara. Namun pada akhirnya kamu kalah, itu tetap harus diapresiasi. Kenapa ?, karena itu awal. ya, memang baru awal menuju kesuksesan kamu. Usia 20 tahun masih sangat-sangat muda. Terus tekuni dan jalani higga menggapai apa yang kamu inginkan.

Menyadari kalau kebahagiaan bukan soal memperoleh banyaknya materi yang kamu miliki, melainkan seberapa banyak diri kamu membawa manfaat bagi sesama. Berapa banyak orang yang memiliki harta melimpah hanya sekedar penampilan namun pada akhirnya menjadi bangkrut dan banyak hutang ?. Aku rasa nggak terhitung deh, tapi masih saja ada yang bangga dengan harta yang melimpah yang dapat digunakan untuk berfoya-foya hingga hanya menjadi kenangan seorang pemboros dan pengangguran.

Apakah mereka bahagia ?. Setiap hari bekerja hingga larut malam dan akhirnya dibuat untuk berfoya-foya dan keperluan pribadi tanpa memandang penderitaan orang lain. Bukan soal harta, namun harusnya ini menjadi ladang amal yang banyak karena dapat dipergunakan untuk berbagi kepada orang lain. Lihat saja iklan-iklan sekarang di media sosial. Berapa banyak masjid dan pondok pesatren yang dengan terang-terangan memberikan nomor rekening mereka untuk diisi agar kita bisa berbagi harta untuk mereka yang membutuhkan.

Nah, teman-teman kiranya itu sebagain sikap yang harus kita miliki menjelang diusia kamu yang mau beranjak dewasa. Jangan egois, jangan meremehkan hal yang kecil hingga jangan boros untuk kepentingan pribadi ya. Silahkan berkreasi dan berkarya dengan baik dan benar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel