Harusnya Disiplin agar Dapat Ilmu Maksimal

Harusnya Disiplin agar Dapat Ilmu Maksimal

Harusnya Disiplin agar Dapat Ilmu Maksimal

Berbicara soal disiplin, sewaktu kuliah saya termasuk mahasiswa yang disiplin waktu, masuk tepat waktu dan tidak meningalkan pelajaran. Namun tidak selamanya seperti itu. Semua dimulai saat saya menemui mata kuliah Metodologi Penelitian. Saya mulai bingung. Satu kelas diminta untuk membuat judul. Semuanya saya kurang begitu mengerti. Saya menganggap mereka sedang melakukan percakapan yang sepertinya tidak terlalu penting. Entah kenapa saya menganggap seperti itu.

Anggapan seperti itu mungkin karena saya tidak begitu suka dengan hal-hal yang terlalu ilmiah, terlalu terstruktur dan diatur. Saya salah, ternyata dari sana kita akan belajar bagaimana menyelesaikan masalah yang bersumber benar-benar dari akarnya. Tidak sedang menduga-duga, karena dari judul itu kita akan mengetahui sesuatu itu patut atau tidak untuk diangkat menjadi sebuah permasalahan. Pada akhirnya kita yang akan menemukan solusi dan berguna bagi banyak orang.

Karena anggapan awal saya yang kurang tajam, seolah saya menjadi manusia yang egois. Padahal kalau saya sungguh-sungguh pasti akan ada banyak masalah yang dapat saya selesaikan segera dengan pola pikir yang lebih baik lagi. Baiklah, dari situ “saat dugaan awal” yang pada akhirnya saya kurang perhatikan, saya menjadi terpaksa untuk menemukan sebuah masalah. walhasil saya yang seharusnya memberikan argumen pada dosen saya, tapi berhenti di tengah jalan dan stress yang ujung-ujungnya jarang ikut mata kuliah metodologi penelitian.

Karena jarang ikut akhirnya saya minim ilmu tentang metodologi, padahal inilah mata kuliah pokok yang harus saya benar-benar perhatikan untuk kedepannya dalam menemukan masalah dan cara penyelesaiannya. Mungkin karena kualat, akhirnya pada ujian proposal saya tidak lulus. Uang pendaftaranpun 1 juta ludes dan amblas tanpa bekas. Gimana tidak kecewa, itu awal karena saya tidak menemukan sebuah permasalahan. Kalau saja saya menemukan permasalahan saya tentu tidak akan masuk dalam golongan tidak lulus. Minimal ada masalah, masalah yang bisa dibahas. Nanti bisa dipertajam oleh para dosen, begitu kira-kira.

Intinya, taatlah pada guru sebodoh apapun kita mulyakan beliau. Kalau kita merasa kurang berilmu, maka pebanyak baca, doakan guru dan pasrah kepadaNya. Itu yang seharusnya saya lakukan dulu. Padahal rentang mata kuliah yang harus saya lalui untuk metodologi penelitian kan satu minggu, jadi harusnya ada waktu untuk belajar dan menyiapkan materi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel