Cara Bijaksana Berbisnis

Cara Bijaksana Berbisnis
Cara Bijaksana Berbisnis - Kali ini saya akan berbagi cerita saat saya berbisnis. Sebenarnya bisnis yang saya jalani menurut saya sendiri cukup menggiurkan. Karena saya bergelut dalam bisnis kesehatan yang tidak ada matinya. Bagaimana tidak, setiap orang tentu ingin dirinya sehat dan terhindar dari penyakit agar bisa beraktifitas dengan normal. Ada juga yang ingin awet muda. Apakah ada produknya, tentu saja ada. Namun sekali lagi bisnis yang saya geluti antara kulitas dan barang saya kira tidak diragukan lagi. Banyak yang sudah merasakannya dan senang dengannya.

Bisnis HNI namanya, atau lebih dikenal dengan Halal Network Internasional. Saya punya cita-cita dapat membesarkan bisnis saya ini. saya sudah lebih dari tiga tahun menjalaninya, namun terasa terhambat. Mungkin belum waktunya saja. Saya percaya di sekitar saya banyak sekali orang yang membutuhkannya. Saya tidak menganggap mereka yang menjual barang yang sama sebagai pesaing saya. Karena rezeki Allah yang atur, itu salah satu yang saya pelajari dalam berbisnis.

Ilmu itu tidak serta merta dapat kita aplikasikan jika tanpa merasannya sendiri, ini juga pelajaran yang dapat saya rasakan selama ini. baiklah, bisnis memang keras. Iya, memang. Dengan berbisnis kita harus sungguh-sungguh karena diluaran sana jika kita tidak dapat bertahan dan mengembangkannya maka akan tergilas dengan datangnya mereka orang-orang yang lebih energik dalam mengikuti arus zaman yang begitu keras.

Dalam berbisnis ada etika yang harus diperhatikan bagi saya pribadi. Berikut apa yang saya pelajari.

1. Binis Harus Halal

Ini nilai yang harus kita pegang teguh. Halal baik dalam zat atau barangnya serta halal bagaimana cara mendapatkannya. Artinya jangan berbohong. Para pebisnis sukses, mereka tidak pernah berbohong tentang apa saja, termasuk kualitas barang. Zaman sekarang apa yang tidak bisa dideteksi, harga termurah pun ada dan bisa kita cek secara berkala. Halal mengantarkan keberkahan (tambahnya kebaikan). Buat apa berdagang jika tidak menambah kebaikan. Jangan-jangan harta yang kita dapat hanya membuat kita lupa bersedekah dan berderma.  Ingat ya, halal itu tidak hanya sifat dan zat dari barang itu, menipu seseorang pun juga dapat menghantarkan kepada tersamarnya kehalalan yang kita terima.

2. Kualitas Harus Terbaik

Berapa banyak barang yang imitasi dan tidak berkualitas. Wah, kalau sekarang banyak sekali dan mudah kita dapatkan. Namun saya salut mereka yang mencoba meniru barangnya namun juga jujur bahwa kualitas yang dimilikinya tidak sebagus barang yang aslinya. Artinya, mereka yang ingin bergaya dengan barang imitasi pun terasa terbantu. Tapi soal kualitas tetap harus kita nomor satukan, apalagi obat, makanan, pelayanan dan apapun yang kita jual. berikanlah yang terbaik.

Dengan kita memberikan barang yang terbaik, ada dua kemungkinan. Mereka yang keberatan, atau tidak. Namun jika barang yang kita jual adalah kebutuhan, maka saat orang butuh pun mereka akan tetap membeli barang kita. Jadi, tetap semangat. Rizki ada yang atur.

3. Bijaklah Memberi Harga

Sebenarnya lebih mudah jika kita samaratakan harga yang sudah kita berikan sama pembeli, namun ada juga etikanya. Seperti saat kita menjual kepada saudara kita. Saya sendiri lebih nyaman jika jujur dengan harga yang saya berikan dan keuntungan yang daya dapat dari hasil jualan. Ini penting. Karena mereka orang terdekat kita. Bisa jadi saat mereka membeli barang di tempat lain malah lebih murah dan kita dikasih tahu tempatnya

Bijak dalam artian lain adalah jangan terlalu mahal dan jangan terlalu murah, sehingga kita tidak memperhitungkan keuntungan. Makin banyak orderan makin banyak pula keuntungan yang akan kita dapatkan.

4. Jangan mau Dihutangi

Ini parah sekali, kita sudah pas-pasan modalnya malah dihutang barang kita. Jangan sampai. Bilang saja maaf uang hasil jualannya mau saya gunakan lagi untuk berjualan. Jadi sementara belum bisa menerima hutang. Pertama sih, banyak yang akan nyinyir, tapi biar saja karena itu hanya sementara. Selanjutnya bergantung kita bisa konsisten atau tidak.

5. Jangan Foya-foya sebelum Saatnya

Ingat ya, tidak ada muda foya-foya tua kaya raya dan mati masuk surga. Ini angan-angan yang terlalu berlebihan menurut saya. Kalimat pertama saja tentang muda foya-foya ini sudah tidak dibenarkan. Foya-foya itu larangan ya. Biasanya kalau udah jualan untung sedikit lalu uang kembali, kita akan melihat waah, uangnya banyak. Ternyata uanag tersebut malah modal awal kita yang seharusnya kita putar lagi menjadi dagangan.

Itu ya, sepenggal cerita bijaknya dalam berbisnis. Jangan lupakan etika dan hanya mengejar dunia semata. Buat reputasi kita baik di hadapan para pelanggan kita. Sekali membuat mereka kecewa, efeknya sangat besar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel