Berjuanglah Hingga Akhir

Berjuanglah Hingga AkhirBerjuanglah Hingga Akhir-Ini adalah kisah saat saya dianugerahi kuliah sampai jenjang Magister. Memang bukan biaya dari yang ku miliki. Saudara yang telah memberikan kesempatan kepada saya agar bisa menikmati rasanya mengenyam pendidikan hingga pada akhirnya saya bisa menyelesaikan studi saya hingga selesai. Sekali lagi terimakasih. Tercatat di Palembang 2021. Akhirnya Allah anugerahkan kepada saya gelar Magister Pendidikan.

Awal masa kuliah sangat menyenangkan sekali. Berkenalan dengan banyak teman dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang baru saja tamat kuliah hingga ada yang sudah sampai menjadi Kepala Madrasah. Itu semua mereka lakukan karena satu tujuan. Yakni menuntut ilmu. Ada yang bilang sama saya asal selesai. Hehe. Eh, akhirnya malah mereka yang selesai duluan daripada saya. Hebat sekali mereka.

Mungkin karena bekal komunikasi yang sangat mereka kenali di palembang. Negosiasi antara dosen dan mahasiswa yang seumuran. Tapi diluar itu saya melihat potensi yang memang benar-benar saya harus belajar banyak dari mereka. Pengalaman yang telah lama mereka miliki dan akhirnya diterapkan dalam teori untuk menyelesaikan jenjang S2 ini.

Ada teman saya yang awal sekali lulus. Saya masih ingat, saya menemaninya memang dengan tujuan untuk mencari ilmu. Sekali lagi untuk mengetahui sesuatu. Akhirnya dia lulus pertama kali. Saya ucapkan selamat. Sosok lain yang diam-diam juga akhirnya lulus duluan, Kepala madrasah yang saya salut dengan beliau akhirnya juga selesai. Beliau berpesan dengan saya kalau tugas akhir itu kalau benar-benar dikerjakan sendiri bisa selesai dan mebawa kepuasan tersendiri. Pesan yang selalu saya ingat.

Ada teman lain yang sangat stress dengan kaprodinya, pada akhirnya mau putus karena tidak ada biaya. Namun ada teman yang baik padanya yang pada akhirnya juga selesai dengan waktu yang cukup singkat. Namun juga ada teman yang akhirnya frustasi karena birokrasi yang terkesan menyulitkan hingga akhirnya dia tidak melanjutkan studinya. Sudah terhitung ada 4 teman saya yang pada akhirnya putus kuliah.

Inilah saya. Bukan saya yang istimewa, namun saya yang suka proses dan menikmati waktu untuk mendapatkan ilmu. Mulai dari gagal saat seminar proposal lalu bangkit lagi karena orangtua, saudara-saudara serta teman-teman semua. Ada yang bilang “malu nanti kalau tidak selesai, malu dengan anak didik. Kan kita guru yang menjadi tauladan.

Terhitung lebih dari 2 tahun saya kuliah dan akhirnya di tahun 2021 saya bisa lulus, tepatnya di bulan Desember tanggal 11 hari Sabtu. Alhamdulillah. Lalu apa yang akan saya lakukan setelah ini. saya hanya ingin mengaplikasikan apa yang saya dapatkan selama di bangku perkuliahan dan pengalaman bersama para dosen pembimbing dan penguji.

Saat orangtua saya berdo’a

Ada kalanya saat saya bersama teman seperjuangan

Saya bersama pada dosen pembimbing

Saya bersama saudara saya yang turut memberikan saran dan masukan

Saya bersama para penguji

Lamanya waktu membuat pengalaman yang bermacam-macam. Syukur saya masih bisa lulus dari UIN Raden Fatah Palembang. Sedih, frustasi dan sangat tertekan namun bahagia di akhir. Semua karenaNya. Saya saja yang kurang bersungguh-sungguh dan kurang fokus. Dulu sangat sering main, mencari rupiah dan nihil pada akhirnya. Berjualan namun tanpa dukungan dan untung. Tapi dari sana saya dibentuk mental untuk tidak menyerah. Lebih giat lagi dalam berusaha, menghargai waktu dan disiplin. Ya, mungkin itu yang akan saya bicarakan. Lebih kepada penyesalan dan ingin memperbaiki sikap lagi untuk masa-masa mendatang. Tepatnya di tahun 2022 kali ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel