Aku Siap Menikah

Aku Siap Menikah
Aku Siap Menikah - Menikah adalah ibadah seumur hidup. Ini ungkapan sekaligus fakta yang tidak bisa dipungkiri. Jangan salah pilih, jangan kebanyakan milih dan sok mahal ya. Jodoh itu di tangan tuhan, namun kita selaku manusia wajib menjemputnya, bukan pasrah dan berpangku tangan. Mereka yang menjadi jodoh seseorang, itu mencerminkan sikap dari pasangannya, bahkan apa yang dilakukannya selama ini itulah cerminan dari jodohnya.

Yang jelas, mereka yang telah menikah bukanlah seorang pemalas yang hanya menjadi tulang punggung keluarga setengah-setengah. Lha, mau setengah-setengah dalam berumahtangga, mau jadi apa nanti keluarganya. Istri kan butuh sandang, pangan dan kebutuhan pelengkap lainnya. Jangan bilang perempuan itu matre atau sebutan apa yang merendahkan dirinya. Sebaliknya, coba lirik diri kita sendiri, sudah pantaskah kita disebut sebagai laki-laki yang bertanggung jawab atas keluarga kita karena sikap kita sendiri.

Banyak pereceraian terjadi karena faktor ekonomi. Jangan salah, komunikasi yang kurang intens suami istri pun bisa menjadi pemicu juga lho. Jadi, buatlah komitmen dengan istri kalau setelah menikah nanti, apapun yang terjadi terkait masalah keluarga kita nanti, mari kita selesaikan bersama.

“Saya selaku imam bagimu, akan bertanggung jawab penuh atas semua masalah keluarga. Saya akan berjanji untuk menjadi laki-laki yang lebih giat lagi dalam bekerja dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan kita bersama.”

“Dik, kakak akan lebih rajin lagi. Maafkan kakak yang selama ini hanya mengumbar cinta sebelum menikah dengan kamu. Namun pada kenyataannya ternyata cinta juga ditopang dengan materi agar kita bisa hidup dengan tenang. Kakak akan cari kerjaan, asalkan halal, adik bersabar ya.”

Bismillah.. aku siap menikah. Jangan ragu menikah ya, benahi diri, giatkan diri dalam bekerja dan berusaha serta jadilah imam yang terbaik bagi pasangan.

Lalu bekal apa yang harus dipersiapkan ?. pertama-tama, niatkan untuk menikah karena Allah agar lebih dekat denganNya, menggapai Ridhonya. Agar apa ? jika kita sudah niatkan semua karena Allah, kira-kira Allah dengar tidak, Allah kalau sudah dengar ada hambanya minta kira-kira dikasih dan dibimbing tidak. Kalau jawabannya pasti Allah beserta kita, lalu apa lagi yang kita ragukan ?.

Baiklah, jadi pertama tama adalah :

1. Niat yang Benar

Jika kita niatkan bersama Allah, maka kita akan dibersamai. Seperti awalnya sebelum kita menikah, kita susah tahajjud, susah Duha namun dengan tekad memperbaiki diri karena Allah, maka akan dimudahkan. Diberi petunjuk oleh Allah

2. Bekal Agama

Waduh, saya takut kalau jadi imam sholat. Kalau takut ya, belajar dan jangan mundur. Masak gara-gara belum bisa ini dan itu, lalu menghambat kita untuk menikah. Semua ada masanya. Kita yang dulunya tidak bisa apa-apa eh, sekarang tamat Aliyah hingga S1. Masak diminta belajar agama sekedar menjadi Imam saja tidak mau berusaha. Jangan Cuma bekal materi dunia saja, lantas mejadi sosok imam sholat tidak disempurnakan. Anak kita akan meniru kita lho nantinya.

Susah belajar agama ?, sama sekali tidak. Coba saja lihat youtube salah satu ustadz dan ikuti panduannya. Serta hafalkan surat-surat pendek dan bacaan sholat. Lagipula bacaan-bacaan yang didengar makmum itu kan paling alfatihah dan surat pendek, selebihnya tidak didengar, jadi hafalkan yang pokok-pokok saja dulu, nanti dilanjut setelah menikah.

Baiklah, jangan minder ya.

3. Jangan Menang Sendiri

Sebelum atau setelah menikah, perlu ditanamkan ini baik-baik. Soalnya sikap menang sendiri dengan arti daripada sosok pemimpin yang sesungguhnya itu berbeda. Memang ada banyak tipe pemimpin. Namun pemimpin di sini lebih kepada membimbing, mengayomi, tidak menang sendiri, mampu menyelesaikan masalah dengan musyawarah. Siapapun tidak ingin diatur-atur, namun perempuan lebih kepada suka ngatur-ngatur, sebagai pemimpin pun juga harus pandai-pandai menyikapinya agar menjaga wibawanya sebagai pemimpin keluarga.

4. Cinta Itu Peduli

Kalau udah bilang cinta, coba deh ingat-ingat kembali apa saja yang diberikan saat anda mencintai seseorang. Kepedulian kan ?. iya, kepedulian itu ditopang oleh jiwa, raga dan materi. Jiwa yang mencoba memahami pasangan, raga yang kuat dalam melindungi pasangan, materi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi jangan hanya dengan cinta yang sekedar diucapkan, lantas melupakan arti yang sesungguhnya ya. Belum cukup.

Yuk, nikah segera. Siapkan bekal sedari dini dengan niatan yang baik. Perbaiki diri kita dulu agar kita bisa mendapatkan cerminan dari diri kita, agar nantinya pasangan kita juga baik di hati dan parasnya juga. Jika belum siap, maka bisa sambil jalan, namun buatlah perjanjian terlebih dahulu ya, agar nanti dipertengahan setelah menikah, kita tidak ada salah paham dan tidak terjadi percekcokan yang panjang dan berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel