Jangan Sampai Anak Kehilangan Semangat Ketika Gagal SNMPTN, Lakukan Ini!

Jangan Sampai Anak Kehilangan Semangat Ketika Gagal SNMPTN, Lakukan Ini!

Jangan Sampai Anak Kehilangan Semangat Ketika Gagal SNMPTN, Lakukan Ini!
Ketika lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) banyak dari para pelajar ingin untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya yaitu kuliah. Perguruan tinggi negeri (PTN) masih menjadi target utama untuk menjadi tempat belajar berikutnya, tentunya untuk bisa masuk kesana harus melalui SNMPTN.

Pada tahun ini untuk mengikuti jalur SNMPTN menggunakan jalur rapor, sehingga berdasarkan dari nilai rapor tersebut menjadi tolak ukurnya. Berhasil masuk ke SNMPTN akan menjadi kebanggan tersendiri, tetapi dalam sebuah seleksi pasti ada lolos dan tidak lolosnya. Lantas, bagaimana kalau anaknya tidak lolos SNMPTN itu? Berikut ini langkah terbaiknya.

Tindakan Memotivasi Anak Tidak Lolos SNMPTN

1. Beri Waktu Sendiri

Melihat anak gagal dalam mencapai target dan impiannya itu membuat kita sebagai orang tua turut ikut bersedih. Tetapi, setiap anak mempunyai caranya sendiri mengenai menghadapi beberapa permasalahan yang menimpanya. Ada beberapa anak yang menyukai untuk ditemani dan dirangkul, tetapi ada juga yang butuh waktu untuk menyendiri.

Apabila Anda melihat kondisi anak yang lebih memilih untuk berdiam diri, maka langkah terbaiknya untuk membiarkannya terlebih dahulu. Beri waktu dan ruang untuk mereka menyelesaikan permasalahan yang ada. Terpenting Anda sebagai orang tua tetap mengamati dan mengawasinya saja, tolong jika Anda meminta bantuan dari Anda itu.

2. Tidak Usah Membandingkan

Kegagalan itu suatu hal yang menyakitkan, jangan sampai Anda menambah bebannya tersebut dengan membandingkan anak Anda dengan pencapaian orang lain. Aktivitas ini hanya akan memberikan dampak buruk dan membuat anak Anda akan semakin jatuh. Dengan demikian hindari mengucapkan beberapa kalimat yang tidak perlu itu, karena akan memperkeruh.

Dampak dari beberapa ucapan tersebut akan membuat anak semakin tidak percaya diri dan tidak begitu yakin atas kemampuan yang dimilikinya. Berikan saja beberapa kalimat yang memotivasi dan tidak menyakitinya. Hindari beberapa kalimat yang hanya menimbulkan perselisihan, apalagi dengan mengucapkan beberapa kalimat yang membandingkan.

3. Tidak Masalah Menjadi Tempat Curhat

Apabila sudah memasuki tahapan anak mulai menata dan menerima kenyataannya, maka mereka membutuhkan peranan orang tua untuk menjadi tempat berkeluh kesahnya. Nah, pada momen inilah peranan Anda sebagai orang tua untuk mendengarkan dan memperhatikan semuanya, karena akan ada haru tangis yang terjadi dan biarkan saja mereka meluapkannya.

Pada tahap ini Anda sebagai orang tua harus tetap bijak dan terlalu terbawa suasana juga, apalagi dengan menyalahkan beberapa kegiatannya yang membuat ia gagal. Mungkin langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk sementara waktu menghindari beberapa topik bahasan sekitar SNMPTN dan alihkan dengan topik lainnya yang akan bisa menghidupkan suasana.

4. Refreshing

Bangkit harus segera dibentuk dan dilakukan, karena jangan sampai terjebak pada beberapa kegagalan yang terjadi. Karena akan berdampak panjang pada psikologis nantinya, sehingga berpengaruh pada beberapa permasalahan lainnya. Untuk bisa membuat mereka melepas stresnya itu, mungkin dari Anda bisa mengajaknya untuk berjalan-jalan.

Caranya ada banyak pilihan, mulai mengajak ke tempat makan favoritnya, nonton film bersama, atau bermain game bareng-bareng dan beberapa aktivitas lainnya. Terpenting anak Anda akan senang dengan kegiatan tersebut dan sejenak melupakan beberapa kegagalan yang dilewatinya sementara waktu, sehingga bisa fokus pada alternatif lainnya.

Pendampingan pada anak ketika merasakan kegagalan menjadi pendidikan yang harus dipahami dan dipelajari oleh orang tua. Dengan demikian membuat anak Anda tetap bisa fokus pada pencapaian lainnya dan tidak mudah patah semangat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel