4 Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh Saat Badai Covid 19

4 Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh Saat Badai Covid 19

4 Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh Saat Badai Covid 19

Melihat perkembangan covid 19 yang masih belum ada titik cerah nya tersebut membuat beberapa instansi yang ada masih memberlakukan aktivitas secara online. Khususnya pada lembaga pendidikan yang masih harus melakukan pembelajaran virtual. Karena harus dilakukan daripada harus mengambil resiko yang terlalu besar tersebut.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih menjadi alternatif terbaik untuk dilakukan, karena dirasa paling tepat dan aman untuk dilakukan. Tetapi, selama kelas online berlangsung ada berbagai permasalahan dan tantangan yang muncul. Lantas, apa saja tantangan tersebut? Yuk kita ulas bersama-sama terkait beberapa permasalahan yang dihadapi.

Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh

1. Psikologis Anak Didik

Adanya perubahan yang sangat besar terjadi kepada para peserta didik membuat beberapa dampak yang muncul. Terutama pada perubahan proses belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, tetapi ditengah badai pandemi Covid 19 ini semuanya harus berubah dan dilakukan secara virtual.

Tetapi, keadaan semakin tidak begitu maksimal kembali. Karena memasuki tahun ajaran baru ini ada beberapa pelajar yang sudah lulus dan menghadapi lingkungan barunya. Hal ini membuat para anak didik harus kembali beradaptasi dengan keadaan tersebut. Sehingga secara tidak langsung membuat tertekan dengan kondisi itu, belum lagi dengan tugasnya.

2. Peranan Orang Tua

Mungkin dari orang tua masih melihat kebutuhannya masih akan sama saja layaknya belajar secara tatap muka. Karena masih terus melakukan dan mendorong anaknya untuk selalu menjadi terbaik dan memenuhi berbagai target yang diinginkannya. Padahal tindakan ini hanya akan membuat anak-anak merasa tidak nyaman, apalagi dengan aktivitas belajar virtualnya.

Di tengah pandemi sekarang ini peranan orang tua cukup memberikan pengertian dan mendukung semuanya, lupakan sejenak beberapa target-target yang harus dilakukan. Karena hal yang terpenting saat ini semuanya harus sehat dan membuat keduanya selalu bahagia terlebih dahulu, karena imun yang kuat akan membuat si anak akan belajar lebih giat juga.

3. Kesenjangan Fasilitas Pendidikan

Untuk beberapa sekolahan yang berada di pusat perkotaan dengan keadaan listrik yang tidak pernah padam dan akses internet yang menyeluruh membuat PJJ dapat berjalan dengan semestinya. Berbeda dengan keadaan beberapa wilayah yang terkadang akses listrik saja masih sangat susah apalagi dengan jaringan internetnya.

Hal ini membuat keadaannya tidak bisa dipukul rata. Karena menurut beberapa data dari KPAI hampir 50 persen anak-anak luar Pulau Jawa tidak mendapatkan pendidikan secara optimal. Permasalahan ini seharusnya menjadi perhatian bersama dan harus Anda langkah tepat agar pendidikan daerah lainnya tidak begitu tertinggal, meskipun harus dilakukan PJJ ini.

4. Permasalahan Sosialisasi PJJ

Beberapa tindakan dan proses untuk kebutuhan PJJ ini sudah dilakukan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi proses sosialisasinya tidak begitu merata, sehingga beberapa wilayah masih belum terlalu memahami mengenai tahapan ini. Tentunya ini permasalahan baru yang membuat ketentuannya tidak bisa dipahami bersama-sama.

Dengan demikian mekanisme mengenai dunia pendidikan masih benar-benar tertinggal dan beberapa sekolah masih memutuskan untuk tidak sekolah dahulu. Kondisi seperti ini menjadi kendala yang harus cepat diselesaikan dan dinas terkait harus bertindak cepat untuk memberikan solusi terpadu agar proses PJJ bisa dimaksimalkan pada seluruh wilayah.

Melihat beberapa kendala yang ada jika terus dibiarkan akan terus berdampak pada kualitas pendidikan generasi penerus bangsa kedepannya, sehingga perlu tindakan bersama untuk membuat mekanisme PJJ bisa diterapkan pada seluruh wilayah di Indonesia.

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel