5 Penyebab Anak Malas Belajar

Penyebab Anak Malas Belajar - 5 Penyebab Utama Anak Malas Belajar

Penyebab anak malas belajar

Penyebab anak malas belajar jangan kira berasal dari anak itu sendiri ya. Terkadang anak malas belajar itu faktor yang menjadi penyebabnya ada yang dari luar dan ada pula yang dari dalam. Ciri-cirinya nanti pasti bisa Anda lihat lho. Jelas kok, yang penting jangan lupa untuk selalu menasehati anak untuk selalu belajar dan memberikan semangat kepadanya. Dalam Islam malas belajar itu berasal dari banyak faktor, diantaranya adalah karena makanan, makanan yang kurang terjaga, atau karena terlalu banyak makan hingga akhirnya berujung pada kemalasan dalam belajar karena tertidur sehabis makan.

Jangan salahkan juga anak malas belajar karena adanya godaan setan, setan hanya sebagian kecil saja yang mempengaruhi, karena sesungguhnya kita sendiri yang mampu mengekang keinginan untuk melakukan sesuatu atau tidak. Jadi, jangan salahkan anak jika mereka malas belajar. Coba deh, bantu jaga makanan mereka, waktu istirahat mereka, agar ciri-ciri anak malas belajar tidak akan terilhat lagi, sehingga kita tidak perlu repot-repot untuk sering menasehati mereka.

Berikut beberapa penyebab anak malas belajar :

1. Gaya Mereka Belajar

Kalau gaya belajar mereka nggak sesuai, jadinya motivasi mereka kurang kalau sekolah. Anak kan memiliki karakter yang berbeda, mereka unik, nggak boleh disamakan gaya belajar mereka, apalagi pelajarannya kan banyak, kalau disamakan ya mereka cenderung akan bosan, ciri-cirinya pun terlihat saat belajar mereka lesu.

Ada anak yang dengan gaya belajar visual mereka lebih nyaman, mereka cenderung melihat hal-hal yang unik dan menarik, jadinya senang dan semangat belajar tanpa menasehati mereka pun tidak masalah.

Ada anak yang nggak malas ketika menggunakan gaya auditory, lebih suka dan mudah menerima informasi dengan cara memberikan pembelajaran melalui suara agar mereka mudah mengingat sesuatu.

Ada juga gaya belajar membaca dan menulis, anak-anak seperti ini biasanya mereka senang sekali mencatat dengan rapi segala informasi yang mereka dapatkan, baik melalui suara maupun video, namun senang menjelaskannya dengan bahasa mereka sendiri.

Ada juga nih, anak yang gaya belajarnya dengan kinestetik, kalau anak seperti ini lebih mudah menerima informasi dengan cara yang lebih praktis, karena mereka suka hal-hal yang praktik agar tidak malas belajar.

Nah, jadi sebagai seorang pengajar, harus pintar-pintar lho mengenali mereka dengan baik agar tidak salah mengajarkan hingga mereka tidak malas lagi dalam belajar.

2. Lingkungan yang Kurang Mendukung

Coba kita bayangkan rumah dengan fasilitas yang kosong, atau kelas yang hanya ada papan tulis, bangku dan meja. Semua orang akan dengan mudah menyimpulkan, kalau belajar di tempat yang seperti itu akan sangat membosankan. Tak ada warna dan suasana yang membuat hari menjadi gembira.

Beda lagi kalau di sekolah ada berbagai fasilitas yang dapat membantu penglihatan mereka lebih segar, suasana yang menyenangkan serta mendukung. Tentu rasa malas belajar tidak akan muncul. Jika sekolah ada laboratorium, perpustakaan lengkap baik online maupun offline. Wah, tentu akan sangat menyenangkan

3. Bullying

Anak malas belajar, ciri-ciri mereka terlihat dengan adanya lesu, lemas. Bisa jadi mereka mengalami bullying di sekolah mereka. Ingat ya, kalau perlakuan bullying tidak hanya terjadi secara fisik dan verbal, lebih dari itu. Bisa jadi mereka diperlakukan dengan tidak baik karena pengaruh media sosial yang marak di zaman sekarang

4. Waktu Belajar yang Tidak Tepat

Beralih pada waktu anak saat belajar. Kalau saatnya anak capek, lelah, kuarng semangat, atau di jam-jam istirahat, jangan pernah memaksakan mereka untuk belajar, buatlah mereka merasa senang terlebih dahulu. Dengan waktu yang tepat mereka akan belajar dengan maksimal, mencurahkan segala daya dan upayanya untuk dapat belajar dengan baik.

5. Guru

Anak itu nggak bisa disalahkan jika ia tidak suka dengan guru mereka, terkadang mereka malas karena kondisi yang sudah tidak cocok saat proses mengajar, menimbulkan ketidaksukaan terhadap pengajar mereka. Jadi, guru dan orang tua harus saling berkomunikasi agar anak tidak bosan dan tidak lagi malas belajar. Berikan mereka motivasi dosis tinggi.

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel