Bersyukur, Meski Musibah Menimpa


Bersyukur, Terimakasih
Hari itu awal pertama kali saya ke tempat ini, suasana yang baru dan udara yang sejuk. Banyak sekali anak-anak yang siap-siap ke madrasah untuk mencari ilmu. Eh, tiba-tiba saat itu adalah hari guru, dimana anak-anak memberikan semacam kesan-kesan kepada bapak dan ibu guru baik berupa barang ataupun yang lain hasil karya mereka.

Ustadz Jefry : wah, bagus sekali ini. Origami apa ini namanya. Unik sekali ?
Zaki : ini namanya Origami  Pesawat Macan Kumbang Ustadz.

Ustadz Jefry : Bisa dimainkan ? coba mainkan kalau bisa !

Lalu Aldo yang satu kelompok dengan Zaki bilang.

Aldo : Sini, biar aku yang mainkan Zaki. Saya bisa ustadz
Dengan semagatnya Aldo mencoba untuk memainkan pesawat tersebut, namun tanpa disadari dia tidak melihat ada sampah plastik dan tiba-tiba dia terpelesat dan terjatuh. Sontak ustadz Jefry dan Zaki kaget dan akhirnya melihat Aldo terjatuh.

Aldo : “*&%^$@^   (*&^$@”
Terdengar suara yang tidak enak di dengar oleh anak-anak dan termasuk ustadz Jefry

Ustadz Jefry : Aldo ! , kamu tidak apa-apa ?

Aldo : Nggak apa-apa Ustadz !

Ustadz Jefry : Syukurlah kalau tidak terluka. Nah !, sepatutnya syukur tidak hanya saat kita memperoleh kenikmatan, namun saat kita tertimpa musibah pun kita harus tetap bersyukur. Karena, masih banyak di sana yang tertimpa musibah lebih parah daripada kita. Atau saat kita tertimpa musibah, diri kita terhindar dari celaka.

Aldo : mmm, Iya Ustadz maaf kata-kata saya tadi jorok saat terjatuh.

Sambil tersenyum Ustadz Jefry berkata kepada Aldo dan zaki

Ustadz Jefry : ^_^, baik Yuk kita mainkan lagi pesawatnya. Kali ini biar ustadz yang mainkan untuk kalian

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel