3 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional Untuk Anak


3 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional Untuk Anak



Kecerdasan emosional (EQ) adalah cara bagaimana agar mampu mengekspresikan emosimu dan mengatasinya dengan berbagai jalan yang positif, bahkan dalam situasi yang benar-benar menekan Anda. Orang dengan EQ tinggi tak jarang dapat berkomunikasi dengan baik, berempati terhadap orang lain, mengatasi berabgai kesulitan dan juga dapat meredam berbagai permasalahan.

Menurut para ahli kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional sangat berbeda. Kecerdasan emosional anak adalah kecerdasan yang dapat dipelajari, bukan yang telah di bawa anak sejak lahir. Namun, kecerdasan adalah kecerdasan yang tidak ada artinya jika anak tidak mengaplikasikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Anak yang cerdas dalam intelektual tidak berarti dia cerdas dalam spiritual. Tidak menjamin mereka yang sejahtera dalam finansial juga sejahtera dalam kehidupan. Membutuhkan kecerdasan spiritual dan emosional adalah hal yang wajar bagi anak. Cerdas dalam intelektual tidak cukup. Mungkin anak akan dapat masuk ke perguruan tinggi dengan intelektualnya, namun mereka yang memiliki kecerdasan emosial dan spiritual lah yang mampu mengatasi stress nya.

Berikut adalah cara meningkatkan kecerdasan spiritual bagi anak atau siapa saja yang mau meningkatkan kemampuannya agar cerdas dalam emosional :

Mengkespresikan Tekanan-Tekanan Dengan Komunikasi Yang Baik

Jika anak merasa tertekan, maka pikiran pasti akan ke mana-mana dan bahkan tidak dapat fokus, oleh karena itu cobalah untuk mengkomunikasikannya dengan baik. Apa maksudnya ?. cobalah anda saat menemui masalah, untuk coba berbicara dengan tenang dan tidak menunjukkan keluhan-keluhan yang menunjukkan kurangnya kecerdasan dalam emosional. Contoh saja, saat dalam musyawarah anak coba untuk tidak setuju dan memberikan pendapat dengan baik tanpa mencela dan menyakiti hati orang lain.

Adakalanya anak akan dihadapkan dengan pilihan yang sulit, dalam pilihan yang sulit dan tidak dapat ditinggalkan keduanya inilah coba latih untuk ikhlas dan merasa tidak bersalah jika harus meninggalkan salah satunya.

Berusaha mempertahankan hak milik  kita atas berbagai gangguan orang lain. Ini memang adlaah hal yang tidak mudah, namun berlatih demikian akan sangat berguna bagi kecerdasan emosional dan spiritual anak. Jika Anda ingin medapatkan berbagai keterangan  lebih lanjut, anda bisa seraching berbagai pdf yang ada di internet. Pdf banyak sekali dan bisa anda dapatkan dengan mudah, karena pdf dibuat dengan dasar penelitian biasanya. Silahkan cari pdf nya.

Bersikap Proaktif Saat Menghadapi Orang Yang Memicu Kemarahan Anda

Anak yang baik tentu juga banyak masalah, kadang sebal dengan temannya dan mempersulit jalannya. Hal ini bisa ditemukan di sekolah, tempat bermain dan berbagai tempat lainnya dimana anak-anak saling berinteraksi. Mereka yang menyebalkan tentu sangat mempengaruhi dan merusak kehidupan.

Cobalah untuk menenangkan diri ketika menghadapi orang yang menyebalkan dan memicu amarah. Cobalah untuk memandang masalah dari sudut pandang lawan anda tersebut. Misal terkait dengan keterlambatan karyawan, karyawan yang buat sebal atau anak sekolah yang sering terlambat. Tanya sebabnya dan kenapa bisa terlambat lalu bagiamana mengatasinya. Sehingga hal ini dapat meredam amarah kita.

Namun bukan berarti jika masalah tersebut tidak mau diatasi lawan kita, kita tetep tolerir. Karena ketidak disiplinan itu merupakan penilaiaan yang tinggia, karena akan sangat mengganggu orang lain.

Kemampuan Untuk Bangkit Dari Berbagai Kesulitan

Hidup tidaklah selalu mudah, akan banyak masalah yang dapat menggelitik dan menggoncang emosi kita yang akan timbul berbagai pertanyaan yang dapat menentukan anda akan menjadi orang yang optimis apa pesimis, akan menjadi pemenang atau pecundang bahkan akan menjadi sulit bahkan mudah. Ini adalah tantangan dalam kecerdasan emosionla Anda. Segeralah upgrade kecerdasan yang merupakan kecerdasan emosional Anda.

Saat Anda merasa kesulitan segeralah selalu bangkit dan katakan serta bertanya
“Apa hikmah yang bisa aku dapatkanl dari sini?”
“Bagaimana aku dapat belajar dari pengalamanku ini?”
“Apa hal yang paling penting sekali sekarang ?”
“Jika saya mikir dengan cara yang beda, apa ada solusi yang lebih baik?”

Ajukanlah berbagai pertanyaan yang dapat membangun kehidupan dan kulitas waktu Anda agar tidak terbuang percuma. Sering-seringlah berkomunikasi dengan diri Anda sebagai proses pembelajaran yang terbaik.





Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel